PWK UMRAH Gelar Kuliah Tamu Bahas Strategi Optimalisasi Potensi Ekonomi Biru dalam Konteks Perencanaan Wilayah dan Kota
TANJUNGPINANG, 10 Juni 2026 – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “Strategi Optimalisasi Potensi Ekonomi Biru dalam Konteks Perencanaan Wilayah dan Kota” pada Rabu (10/6). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, praktisi, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu pembangunan wilayah pesisir dan kemaritiman.
Kuliah tamu menghadirkan Adina Khusnudzan Hadid, S.Ars., M.P.W.K., Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Tadulako, sebagai narasumber. Kegiatan dipandu oleh Nefriwati Hilmi, S.T., M.P.W.K., Dosen Program Studi PWK UMRAH yang bertindak sebagai moderator.
Dalam sambutannya, pihak Program Studi PWK UMRAH menyampaikan bahwa tema ekonomi biru dipilih karena relevansinya yang semakin tinggi dalam mendukung pembangunan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan. Pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pada sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa ekonomi biru (blue economy) merupakan pendekatan pembangunan yang berorientasi pada pemanfaatan sumber daya kelautan secara optimal dengan tetap menjaga keseimbangan ekologi. Konsep ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan nilai ekonomi dari sektor kelautan, tetapi juga memastikan keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi biru yang sangat besar melalui berbagai sektor, seperti perikanan tangkap dan budidaya, pariwisata bahari, transportasi laut, energi terbarukan berbasis kelautan, hingga industri pengolahan hasil laut. Namun demikian, pengembangan sektor-sektor tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti tekanan terhadap ekosistem pesisir, pencemaran lingkungan, perubahan iklim, serta belum optimalnya integrasi kebijakan pembangunan wilayah.
Dalam konteks perencanaan wilayah dan kota, ekonomi biru dinilai memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan pengelolaan ruang pesisir dan kawasan laut. Oleh karena itu, perencana wilayah dituntut untuk mampu menyusun kebijakan dan strategi pembangunan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. Pendekatan ini diperlukan agar pemanfaatan sumber daya kelautan dapat memberikan manfaat ekonomi yang maksimal tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.

Narasumber juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengimplementasikan konsep ekonomi biru. Melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan, pembangunan wilayah pesisir dapat diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap berbagai tantangan di masa depan.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait peluang pengembangan ekonomi biru di daerah kepulauan, strategi pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan, serta peran perencana wilayah dalam mendukung pembangunan berbasis kemaritiman. Diskusi tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan yang memperkaya pemahaman peserta mengenai implementasi ekonomi biru dalam praktik perencanaan wilayah dan kota.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Program Studi PWK UMRAH berharap dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai isu-isu strategis pembangunan wilayah, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya kelautan dan pesisir. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat jejaring akademik serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif dalam mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah kepulauan, UMRAH terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan pembangunan daerah maritim. Kuliah tamu ini menjadi salah satu wujud nyata upaya tersebut dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa dan sivitas akademika untuk menghadapi tantangan pembangunan wilayah di masa mendatang.

“`
