PWK UMRAH Gali Potensi Sosial-Budaya dan Kependudukan Masyarakat Pesisir Tanjungpinang melalui Pengabdian kepada Masyarakat 

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Identifikasi Sistem Sosial dan Kependudukan Masyarakat Pesisir Kota Tanjungpinang”. Kegiatan ini berfokus pada tiga kelurahan pesisir, yakni Kelurahan Penyengat, Kelurahan Senggarang, dan Kelurahan Kampung Bugis.

Kegiatan dilaksanakan pada 18 November 2025, Dosen dan mahasiswa Prodi PWK terjun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi struktur sosial, nilai-nilai budaya, dan dinamika kependudukan masyarakat pesisir, dan dan menjadi bagian dari upaya PWK UMRAH dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketiga kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan memiliki karakteristik sosial-budaya yang berbeda. Penyengat dikenal dengan budaya Melayu yang kuat, Senggarang didominasi komunitas etnis Tionghoa, sementara Kampung Bugis merupakan pertemuan budaya Bugis dan Melayu. Keragaman ini menjadikan kawasan pesisir Tanjungpinang sebagai laboratorium hidup yang penting bagi kajian perencanaan wilayah dan kota.

Tim PKM membagi diri dalam tiga kelompok sesuai lokasi, sehingga proses penggalian informasi dapat berjalan lebih fokus dan intensif di masing-masing kelurahan. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak kelurahan dan masyarakat, observasi lapangan terhadap aktivitas sehari-hari, serta dokumentasi berbagai data sosial dan kependudukan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi mahasiswa angkatan pertama PWK UMRAH untuk mendapatkan pengalaman lapangan sejak dini. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat pesisir, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan memahami berbagai dinamika sosial yang terjadi di kawasan pesisir. Sehingga dapat mengasah kepekaan sosial, kemampuan komunikasi, dan tanggung jawab profesional sebagai calon perencana wilayah dan kota di Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Riau.


“`

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *